Prajurit TNI AD Tewas Usai Dikeroyok dengan Senjata Tajam di Jakarta Utara

Kampartrapost.com – Seorang prajurit TNI AD dikabarkan tewas usai dikeroyok oleh beberapa orang menggunakan senjata tajam di Jakarta Utara.

Hal itu diketahui dari video yang telah beredar luas di media sosial. Tampak seorang pria yang terbaring pada sebuah ranjang diketahui dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Pada video yang beredar, tertulis keterangan yang menyebutkan bahwa aggota TNI itu adalah korban pengeroyokan dengan senjata tajam.

- Advertisement -

Menyusul berita tersebut, diketahui bahwa anggota TNI yang tewas berininsial S dan berusia 23 tahun. Ia meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan berbentuk pengeroyokan di Jalan Rusun Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (16/1/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.

Tak hanya anggota TNI, Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Febri Isman Jaya menyebutkan terdapat korban lain yang merupakan warga sipil. Saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

- Advertisement -
Baca juga: Pandemi Covid-19 Tak Kunjung Usai, Luhut Usulkan Opsi WFH untuk Pekerja

“Korban sipil, masih di RS Atmajaya,” ujar Febri.

Kasus yang menimpa S dan rekannya itu kini masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.

Kapolsek sendiri menyebutkan bahwa penyelidikan kasus dilakukan secara hati-hati.

Motif dari pengeroyokan yang menyebabkan 1 korban tewas dan 1 lainnya dirawat itu belum dapat diungkapkan.

Untuk itu pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan tidak gegabah dan fokus guna menemukan pelaku bejat yang menewaskan anggota tentara negara tersebut.

Baca juga: Terkait Nama Baru Ibu Kota di Kalimantan, Bappenas: Nusantara Sudah Dikenal Lama

Terkait pemberitaan tentang pembunuhan korban S, banyak masyarakat yang mengecam tindakan pelaku dan menyuruhnya untuk segera menyerahkan diri.

Pelaku diimbau untuk segera mengaku dan menyerahkan diri pada pihak kepolisian sebelum mendapatkan balasan setimpal dari anggota TNI lainnya.

Ada pula yang berharap agar kasus itu turut diselidiki oleh pihak TNI, mengingat hal tersebut menimpa dan menyebabkan tewas salah satu anggotanya.

 

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler