Pro dan Kontra Isu Penghapusan Jurusan IPA dan IPS di Bangku SMA

Kampartrapost.com – Isu yang menuai pro dan kontra masyarakat terkait dunia pendidikan di Indonesia baru-baru ini menjadi perhatian publik. Dari berita yang beredar dikatakan bahwa Kemendikbudristek akan segera menghapus jurusan di bangku SMA yang terdiri dari IPA, IPS, dan Bahasa, pada Kurikulum Prototipe 2022 mendatang.

Kurikulum Prototipe sendiri adalah jenis kurikulum pilihan yang dapat mulai diberlakukan dengan batasan tertentu pada sekolah-sekolah di tahun ajaran 2022/2023.

Kunjungi Juga Instagram Kampartrapost

- Advertisement -

Dikutip dari Medcom pada Rabu (22/12/2021), Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengungkapkan bahwa kurikulum tersebut bebas jika mau diterapkan atau tidak pada sekolah-sekolah di Indonesia.

Terkait penjurusan pada Kurikulum Prototipe, disebutkan bahwa siswa tidak harus memilih jurusan, tetapi tetap wajib mengambil mata pelajaran wajib sesuai ketentuan, yang diantaranya, Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

- Advertisement -
Baca juga: Tarif Karantina Mencapai Puluhan Juta Dikatakan Murah? Ini Pendapat Ahli

Siswa juga dapat mengambil mata pelajaran yang diminati, dan boleh dicampur antara IPA, IPS, maupun Bahasa.

Kurkulum Prototipe menjadikan pendidikan lebih lentur, dengan menyesuaikan minat dan bakat serta memberikan pilihan bagi para siswa.

Sehingga dengan pemberlakukan Kurikulum Prototipe, siswa dapat lebih mengasah kemampuan sesuai dengan jalur yang dipilih, sehingga dapat lebih fokus dan menggali potensi masing-masing sedalam mungkin.

Jadi dapat disimpulkan bahwa isu penghapusan jurusan di bangku SMA yang beredar di masyarakat tidaklah benar.

Baca juga: Masjid Raya Sumbar Raih Penghargaan Masjid dengan Desain Terbaik di Dunia

Karena yang diubah hanyalah pembatasan sehingga tidak ada pembelajaran monoton bagi siswa.

Keputusan tersebut juga mendapat beragam respon masyarakat, mulai dari yang mendukung hingga kontra.

Di satu sisi, ada yang mengatakan bahwa penerapan sistem seperti itu lebih efisien jika diterapkan pada siswa.

Namun ada juga yang kontra, dengan mengatakan bahwa akan terjadi ketimpangan pada beberapa mata pelajaran tertentu.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler