Ramadhan Semakin Dekat, Satgas Covid-19: Tidak Usah Berbicara saat Buka Puasa Bersama

Kampartrapost.com – Kasus Covid-19 yang sudah mulai melandai dan menunjukkan banyak perkembangan saat ini dibanding sebelumnya menjadi kabar baik untuk semua lapisan masyarakat di Tanah Air. Sejumlah kebijakan yang sebelumnya diberlakukan juga mulai dilonggarkan, sehingga warga mulai dapat menjalankan aktivitas normal seperti sedia kala.

Untuk mengatasi penyebaran virus yang begitu pesat terutama di wilayah padat penduduk seperti Indonesia, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan seperti pembatasan kegiatan masyarakat hingga sosialisasi vaksinasi.

Sebelumnya juga ada aturan di tempat makan, yang mana pembeli diberi batasan waktu untuk menghabiskan pesanan jika makan di tempat.

Seiring angka Covid-19 yang terus menurun, kebijakan-kebijakan tersebut satu-persatu sudah mulai ditiadakan.

Dengan begitu, masyarakat sudah dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih leluasa.

BACA JUGA: Pencemaran Lingkungan di Rokan Hulu, Kebakaran Hutan dan Lahan Semakin Melebar

Di sisi lain, Ramadhan yang tinggal menghitung hari menjadi salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu, meskipun pandemi Covid-19 masih melanda.

Salah satu tradisi saat bulan Ramadhan yang dilakukan oleh umat muslim adalah buka bersama.

Kegiatan yang dikenal dengan istilah bukber ini biasanya dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi dengan kerabat ataupun teman lama yang sudah tidak lama ditemui.

Menaggapi kegiatan bukber, Satgas Covid-19 memberi izin pada masyarakat untuk berkumpul dalam rangka buka bersama selama memenuhi sejumlah syarat.

Wiku mengungkapkan, terdapat sejumlah ketentuan untuk buka puasa bersama, mulai dari taat protokol kesehatan hingga tidak mengobrol saat makan.

BACA JUGA: Peduli Sesama, Pemko Pekanbaru Akan Tampung Ratusan Pengungsi Rohingya dari Aceh

“Kalau buka puasa bersama sebaiknya dijaga jarak yang cukup dan tidak usah berbicara pada saat makan. Jangan lupa cuci tangan sebelum makan supaya kita betul-betul bersih dan sehat,” jelas Wiku, Selasa (29/3/2022).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa semua kegiatan bisa dilakukan selama protokol kesehatan tetap diterapkan.

Selama pemberlakukan dijalankan, masyarakat pun dapat tetap bersosialisasi dengan menjaga penyebaran virus Covid-19.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler