Rusia akan Gelar Latihan Nuklir Meskipun Sedang Bersitegang dengan Ukraina

Rusia, Kampartrapost.com – Rusia umumkan akan segera mengadakan latihan nuklir besar-besaran. Namun para pemimpin Barat pada Jumat (18/2/2022) mencegah adanya perang baru di Eropa di tengah ketegangan Timur-Barat.

Melansir The Associated Press, kekhawatiran ini fokus pada garis depan yang tengah bergejolak di Ukraina Timur. Daerah tersebut yang saat ini mengalami peningkatan penembakan yang merusak taman kanak-kanak dan  menggangu komunikasi.

Sementara itu, para pejabat Barat kini memusatkan perhatiannya pada 150.000 tentara Rusia yang berada di sekitar perbatasan Ukraina. Mereka khawatir akan adanya konflik yang nantinya akan memicu perang yang lebih luas.

Baca juga: Rusia Ancam Serang Ukraina Jika Warganya Dibunuh

Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan AS yakin Rusia dapat meluncurkan serangan kapan saja. Ia juga mengatakan masih belum melihat mundurnya Rusia seperti yang sudan di janjikan.

Austin mengatakan akan melakukan panggilan dengan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu pada hari Jumat.

Bahkan ketika Rusia mengklaim akan menarik kembali pasukannya dari latihan militer ekstensif yang telah memicu ketakutan akan invasi.

Kremlin mengingatkan dunia bahwa ia memiliki salah satu persenjataan nuklir terbesar di dunia.

Baca juga: Fasilitasi Penonton, Pemerintah Sediakan Bus Bagi Masyarakat yang Ingin Menyaksikan MotoGP Mandalika

Ia mengumumkan latihan kekuatan nuklirnya untuk akhir pekan. Tawaran diplomasi lanjutan yang di tawarkan Rusia minggu ini untuk meredakan krisis Ukraina.

NATO juga meningkatkan kekuatan militer di sekitar Eropa timur. Akna tetapi mereka bersikeras bahwa tindakan tersebut murni defensif dan untuk menunjukkan persatuan dalam menghadapi ancaman Rusia.

AS mengumumkan penjualan 250 tank senilai $6 miliar ke Polandia kepada anggota NATO yang telah di serang oleh Rusia selama berabad-abad yang lalu.

Baca juga: Tingkatkan Struktur Organisasi, Kapolri akan Tambah Jumlah Pasukan Personel Densus 88

Berita Direkomendasikan

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Berita Terpopuler