Rusia Melarang 963 Warga AS Masuk Rusia Termasuk Biden, Harris, Zuckerberg, Kecuali Trump

Kampartrapost.com – Rusia secara permanen melarang lebih dari 900 politisi, selebritas, dan eksekutif Amerika memasuki negaranya. Termasuk Presiden AS, Joe Biden, Wakil Presiden Kamala Harris, CEO META Mark Zuckerberg, dan actor kondang Morgan Freeman.

Kementerian Luar Negeri Rusia baru-baru ini mengumumkan larangan sebagai bagian dari tanggapan terhadap sanksi yang dikenakan pada negara tersebut akibat dari invasi ke Ukraina, serta orang lain yang secara terbuka mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin. Total yang berada ada daftar tersebut adalah 963 orang.

“Kami menekankan bahwa tindakan bermusuhan yang diambil oleh Washington, yang menjadi bumerang terhadap Amerika Serikat sendiri, akan terus mendapat penolakan yang layak,” kata Kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Erick Thohir Ungkap Transparansi Perekrutan Pegawai BUMN: Tidak Ada Anak Sultan!

“Sanksi balasan Rusia dipaksakan dan ditujukan untuk memaksa rezim Amerika yang berkuasa, yang mencoba memaksakan ‘tatanan dunia berbasis aturan’ neo-kolonial di seluruh dunia, untuk mengubah perilakunya, mengakui realitas geopolitik baru,” tambahnya.

Selain Biden dan Harris, nama terkenal lainnya “yang menghasut gerakan Russophobia” dalam daftar termasuk Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Transportasi Pete Buttigieg, Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Hillary Clinton.

Namun, nama yang tidak ada dalam dalam daftar adalah mantan Presiden Donald Trump, yang dulunya sering memuji Putin dan baru-baru ini meminta presiden Rusia Putin untuk melepaskan segala kekuatan yang dia miliki pada Biden dan putranya, Hunter.

Berkenaan seorang oligarki Rusia yang memberikan uang kepada sebuah perusahaan yang didirikan oleh Hunter lebih dari satu dekade yang lalu. Mantan presiden lain yang masih hidup seperti Barack Obama dan George W. Bush juga tidak ada dalam daftar.

BACA JUGA: Mesut Ozil Datang ke Indonesia, Ada Agenda Apa?

Terlepas dari penghilangan Trump dari daftar, pendukung mantan presiden dimasukkan dalam larangan tersebut. Dari 963 orang yang dilarang, lebih dari 230 adalah anggota Kongres AS, baik pemimpin Partai Republik maupun Demokrat.

Salah satu cuitan Twitter dari anggota Dewan Amerika Serikat, Rosa De Lauro merasa terhormat setelah menerima larangan tersebut.

Pada daftar tersebut juga termasuk politisi yang telah meninggal seperti mantan Senator John McCain, R-Ariz.; Senator Harry Reid, D-Nev; dan mantan wakil direktur Badan Intelijen Pertahanan Melissa Drisko.

Selain politisi, eksekutif teknologi seperti Zuckerberg dan Presiden Microsoft Brad Smith juga dilarang, serta jurnalis George Stephanopoulos dari ABC News dan Bret Stephens dari The New York Times.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler