Sejumlah Korban Aplikasi Trading Binomo Alami Kerugian Sebesar Rp.3,8 Miliar

Kampartrapost.com – Sejumlah pengguna aplikasi trading binary option (opsi biner) Binomo mengalami penipuan hingga miliaran rupiah. Dari hasil penyelidikan, total kerugian yang didapat korban berjumlah hingga Rp.3,8 miliar.

Total jumlah uang hingga miliaran tersebut didapat dari hasil perhitungan pada kerugian yang dilaporkan oleh para korban yang telah menjalankan pemeriksaan di Mabes Polri pada Kamis (10/2/2022).

Jumlah kerugian yang dialami sebanyak 8 orang korban itu disampaikan Direktur Eksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan, dilansir dari ANTARA.

“Total dari keseluruhan kerugian jika digabungkan sampai dengan saat ini sekitar kurang lebih Rp.3,8 miliar,” ujarnya.

Dalam kasus yang menimpa sejumlah korban aplikasi judi daring tersebut, diduga terjadi penyebaran berita bohong lewat media elektronik.

Baca juga: Guru SD di Bandung Tewas Tertusuk Pisau: Pembunuhan Dilakukan Mantan Suami

Dugaan tindak pidana lain yang dillakukan pelaku selanjutnya adalah penipuan dengan cara pencucian uang, dilangsungkan oleh pelaku berinsial IK dan rekan-rekannya.

Sebelumnya pihak pelaku menjanjikan perolehan keuntungan hingga 80 persen sampai 85 persen yang berasal dari nilai atau dana buka perdagangan.

Dana tersebut dapat ditentukan setiap trader. Bukannya untung, para trader yang menjadi korban malah mendapat buntung dengan kerugian yang dialami.

Kejahatan online itu sendiri terjadi sekitar dua tahun lalu, yaitu pada bulan April 2020.

Para korban yang telah menjalankan pemeriksaan untuk keterangan lebih lanjut adalah MN dengan total kerugian Rp.540 juta.

Baca juga: Atap SD di Riau Raib Dicuri, Kapolsek Taksir Kerugian Sebesar Rp.3 Juta

Selanjutnya LN dengan total Rp.51 juta, RSS sebesar Rp.60 juta, FNS dengan total Rp.500 juta, dan FA sejumlah Rp.1,1 miliar.

Terakhir, EK total Rp.1,3 miliar, AA dengan Rp.3 juta, serta RHH sebanyak Rp.300 juta.

Pelaku menipu para korban dengan melakukan promosi lewat kanal Youtube, Instagram, hingga Telegram.

Ia menunjukkan hasil profit hingga korban tergiur untuk bergabung, namun malah mendapat kerugian dengan jumlah tidak sedikit.

Berita Direkomendasikan

2 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Berita Terpopuler