Serangan Drone Abu Dhabi Tewaskan 3 Orang dan 6 Lainnya Terluka

Uni Emirat Arab, Kampartrapost.com – Serangan drone yang terjadi di Abu Dhabi diduga dari pemberontak Houthi Yaman yang sedang menargetkan minyak utama di Abu Dhabi. Serangan ini setidaknya menewaskan 3 orang dan 6 lainya terluka.

Melansir The Associated Press, polisi Uni Emirat Arab mengatakan jika dua orang yang tewas adalah warga negara India dan Pakistan.

Mereka belum mengatakan siapa saja yang terluka. Menurut polisi setempat korban luka saat ini berada di kawasan industri.

- Advertisement -

Kawasan industri tersebut ialah tempat perusahaan energi milik negara Abu Dhabi menjalankan jaringan pipa dan fasilitas penyimpanan kapal tanker minyak.

Baca juga: Setelah Ancaman Tsunami Reda, Letusan Gunung Berapi di Pasifik Picu Awan Abu di Tonga
- Advertisement -

Tiga tanker transportasi terbakar di fasilitas itu, sementara kebakaran lain terjadi di perpanjangan Bandara Internasional Abu Dhabi.

Polisi mengatakan bahwa saat penyelidikan sedang berlangsung. Temuan awal menunjukkan ada benda terbang kecil mirip drone jatuh di dua area dan mungkin menyebabkan ledakan dan kebakaran.

Mereka mengatakan tidak ada kerusakan signifikan dari insiden tersebut, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, pemberontak Houthi Yaman mengklaim mereka berada di balik serangan yang menargetkan Uni Emirat Arab pada hari Senin (17/1/2021).

Baca juga: Microsoft Ungkap Adanya Serangan Malware Pada Pemerintah Ukraina

Houthi yang mendapat dukungan Iran telah mengklaim beberapa serangan yang kemudian mendapat bantahan oleh pejabat Emirat.

Insiden itu terjadi saat perang Yaman selama bertahun-tahun berkecamuk dan ketika sebuah kapal berbendera Emirat baru-baru ini di tangkap oleh Houthi.

Meskipun UEA sebagian besar telah menarik pasukannya sendiri dari konflik yang mencabik-cabik negara termiskin di dunia Arab. saat itu mereka masih aktif terlibat di Yaman dan mendukung milisi lokal di sana memerangi Houthi.

Baca juga: Gara-gara Makan Plastik Sampah, Gajah di Sri Lanka Mati

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler