Global Statistics

All countries
650,116,474
Confirmed
Updated on 5 December 2022 1:31 PM
All countries
608,178,090
Recovered
Updated on 5 December 2022 1:31 PM
All countries
6,646,979
Deaths
Updated on 5 December 2022 1:31 PM
Senin, Desember 5, 2022

Siap-siap, Indonesia akan Hadapi Peristiwa Ekuinoks pada Bulan Ini

- Advertisement -

Kampartrapost.com – Beragam persitiwa unik dan langka selalu berhasil tarik perhatian penduduk bumi, salah satunya adalah ekuinoks.

Ekuinoks adalah keadaan dimana matahari bakal terbit hampir tepat di arah timur dan terbenam tepat di arah barat.

Karena kondisi itu, maka bumi bagian utara dan selatan akan terima radiasi matahari yang besar dan waktunya sama.

- Advertisement -

Kata ekuinoks sendiri adalah hasil dari dua kata yang beda pada Bahasa Latin, yaitu equum dan notic.

Baca juga: Sulitnya jadi People Pleaser, Antara Kelewat Baik atau Nggak Enakan

Equum dan notic adalah gabungan dua kata dengan arti yang sama, yaitu malam.

- Advertisement -

Pada equinoks, bagian bumi utara dan selatan akan lebih dekat dengan matahari

Namun hal itu juga tak buat kondisi kawasan utara dan selatan jauh dari bintang pada pusat tata surya tersebut.

- Advertisement -

Bila ahli lihat dari luar bumi, jika ada ekuinoks maka lokasi sumbu rotasi bumi tegak lurus pada arah sinar matahari ke bumi.

Baca juga: Terkait Buka Masker di Tempat Wisata, Sandiaga Uno: Kita Bilang Nggak Boleh

Untuk itu maka garis batas antara siang dan malam (terminator) akan kena jepit oleh garis meridian pada tiap permukaan bumi.

Karena kondisi itu pula lokasi-lokasi pada permukaan bumi akan rasa kondisi malam yang sedang, tak terlalu panjang atau juga pendek.

Meski tak sama, waktu siang dan malam pada tempat-tempat di bumi akan mirip antara satu sama lain.

Hal yang buat beda itu karena pengaruh dari refraksi atmosfer.

Baca juga: Erupsi Gunung di La Palma, Lava Hancurkan Kolam Penduduk

Alasan mengapa ada peristiwa ekuinoks adalah karena adanya gerak semu tahunan matahari, yang mana buat terbit tenggelam matahari jadi lebih geser dan beda dari biasanya.

Peristiwa yang buat arah terbit dan tenggelam matahari tampak beda itu tak terjadi pada banyak kesempatan, hanya dua kali dalam setahun saja.

Tepat pada hari Kamis (23/9/2021), Indonesia akan jadi daerah yang ikut merasakan peristiwa langka tersebut.

 

- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait