Global Statistics

All countries
649,677,375
Confirmed
Updated on 4 December 2022 4:14 AM
All countries
624,774,599
Recovered
Updated on 4 December 2022 4:14 AM
All countries
6,645,773
Deaths
Updated on 4 December 2022 4:14 AM
Minggu, Desember 4, 2022

Sidney Bloch: Depresi Bukanlah Virus Yang Perlu Kita Hindari

- Advertisement -

Kampartrapost.com – Kita pasti sering merasakan sedih, stress atau terkadang bingung dengan apa yang kita hadapi dalam kehidupan. Namun, konsep depresi tidak sejelas itu untuk dinyatakan. Tidak semudah yang terlihat seperti perasaan-perasaan tersebut. Depresi jelas-jelas memiliki risiko yang tidak semudah kita melewati kesedihan.

Seperti Naomi Osaka, atlet tenis kebanggan AS yang sedang berjuang mengatasi kesehatan mental dan kecemasannya. Naomi yang sempat beristirahat dari dunia tenis selama tiga bulan kembali lagi selama olimpiade berlangsung. Namun, kegagalanya dalam pertandingan tersebut membuat kesehatan mentalnya tertekan.

Sidney Bloch, seorang profesor psikiatri emeritus di University of Melbourne sekaligus mantan pemimpin redaksi Australian and New Zealand Journal of Psychiatry menggambarkan jika depresi sebagai teka-teki yang harus diungkap. Ia mengatakan dalam pengungkapan teka-teki ini yang harus kita lakukan adalah dengan menceritakan keresahan kita kepada seseorang atau psikiater.

Baca juga: The Power of NO! Saatnya Bilang Tidak Buat Jaga Kesehatan Mentalmu
- Advertisement -

Bloch mengatakan jika depresi bisa datang dari mana saja dan dari profesi apa saja. Seperti pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi psikiater. Ia menemukan berbagai kasus depresi dari pasiennya yang nyatanya terkadang tidak bisa terlihat oleh orang awam.

Sidney Bloch: Depresi Bukanlah Virus Yang Perlu Kita Hindari
Sidney Bloch profesor psikiatri emeritus di University of Melbourne sekaligus mantan pemimpin redaksi Australian and New Zealand Journal of Psychiatry | George Szmukler

Selama menjadi Psikiater, Bloch mendapatkan satu kasus depresi pascakelahiran yang merupakan salah satu depresi yang diakibatkan karena tekanan terhadap peran barunya sebagai seorang ibu. Dengan begitu Bloch menyimpulkan jika depresi bisa datang dari mana saja, namun terkadang depresi tidak dapat terdeteksi degan mudah. Depresi bisa menyerang siapa saja, atau bahkan sekarang kamu sedang mengalaminya.

- Advertisement -

Namun, Bloch menegaskan yang perlu kita semua tahu ialah depresi bukanlah virus yang perlu kita hindari. Meskipun depresi terlihat seperti suatu hal yang mengerikan, akan tetapi kita tidaklah harus menganggap depresi sebagai suatu virus menular yang perlu kita hindari. Semua orang memiliki depresinya masing-masing dan belum tentu depresi tersebut dapat terlihat secara nyata dengan kacamata kita.

Baca juga: Petinju Manny Pacquiao Maju dalam Capres Filipina

Bloch mengabil dua pelajaran penting terhadap depresi dari profesinya sebagai psikiater yang telah menangani berbagai macam bentuk depresi dari pasien-pasiennya.

  1. Penanganan terhadap depresi setiap orang berbeda
- Advertisement -

Dalam menangani seseorang yang memiliki gejala depresi. Bloch selalu menekankan jika depresi bukanlah virus. Sebaliknya, ia sangat miris terhadap pandangan depresi dalam konteks tersebut. Oleh karena itu, seorang psikiater profesional harus memiliki peran besar dalam mengatasi depresi.

Seperti yang telah Maimonides, dokter termasyhur abad ke-14 katakan jika pertama dan terutama tugas psikiater ialah mempertimbangkan orangnya kemudian gejala depresinya. Masing-masing individu membutuhkan penanganan khusus terkait rangkaian masalah dan gejala mereka yang berbeda.

2. Psikiater Profesional Harus Mengikuti Kemajuan Teknologi

Sebagai seorang psikiater profesional, Bloch mengatakan jika dalam sebuah pedoman yang telah mendapatkan persetujuan konsensual yang tidak hanya menjelaskan tentang kegunaan psikiater dalam depresi. Akan tetapi juga cara terbaik dalam menerapkan pedoman tersebut kepada pasien mereka.

Memang, konsep depresi selalu disalah artikan. Terlebih ketika pandemi Covid-19 berlangsung, dimana semakin banyak orang yang menghadapi tekanan dan perubahan yang bisa menjadi awal timbulnya depresi.

“Depresi memang menakutkan. Tapi depresi bukanlah virus yang semena-mena harus kita hindari,” -Sidney Bloch

Artikel ini diringkas dari opini Sidney Bloch yang dipublikasikan di The Guardian.

Baca juga: Obsesi Nazi dalam upaya melacak mitos ras Arya di Tibet, yang di yakini unggul dan berasal dari ‘Kota Atlantis’ yang hilang
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait