Soal Pemekaran Papua Jadi 3 Provinsi, Peneliti: Salah satu jalan untuk mengejar ketertinggalan Papua

Kampartrapost.com – Pada Kamis, 30 Juni 2022 lalu secara resmi Indonesia bertambah menjadi 37 provinsi, setelah pemekaran Papua menjadi 3 provinsi.

Peneliti  berpendapat pemekaran Papua menjadi 3 provinsi bertujuan untuk Papua agar menjadi lebih baik kedepannya.

“Pemekaran menjadi salah satu jalan untuk mengejar ketertinggalan Papua diberbagai bidang kehidupan. Namun, pemekaran Papua harus diletakkan pada kerangka transformasi konflik agar permasalahan yang berkaitan dengan kekerasan dan pelanggaran HAM serta marjinalisasi dapat terselesaikan.”

BACA JUGA: Terlibat Penyelewengan Dana, Kemensos Cabut Izin ACT

“Selain itu, pemekaran bukan tujuan, tetapi instrumen untuk tujuan yang lebih besar yakni perdamaian,” kata Alfath Indonesia, Peneliti Gugus Tugas Papua UGM, Kamis (7/7).

Peneliti mengidentifikasi terdapat 4 isu krusial yang harus menjadi perhatian serius terhadap Papua.

  1. Penentuan ibukota. Isu ini terutama sangat krusial dalam kasus provinsi Papua Tengah dengan adanya rivalitas sengit antara Nabire dengan Mimika
  2. Pengisian jabatan politik dan pemerintahan. Isu ini merujuk pada minimnya OAP yang berada di struktur birokrasi maupun politik. Hasil pemilu 2019 di beberapa daerah menunjukkan semakin tergerusnya presentase OAP yang duduk di kursi DPRD kabupaten/kota.
  3. Arus migrasi ke Papua. Kehadiran unit pemerintahan baru yang diikuti dengan terbukanya peluang-peluang ekonomi menjadi magnet bagi migrasi penduduk dari luar Papua yang di satu sisi menyediakan tenaga kerja penggerak roda perekonomian dan pembangun namun secara bersamaan mempercepat peminggiran masyarakat asli Papua dari arena-arena ekonomi.
  4. Konflik kepemilikan tanah. Belum adanya prosedur yang jelas dalam jual beli atau pembebasan tanah adat menjadi salah satu akar masalah konflik pertanahan di Papua. Kondisi tersebut juga masih diperparah dengan tingginya tingkat deforestasi di Papua.

Sebelumnya, DPR RI menyetujui rancangan undang-undang (RUU) tentang 3 provinsi baru di Indonesia.

Penambahan provinsi itu diatur tentang penambahan Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan Tengah.

BACA JUGA: Imbas Editan Photoshop, Puluhan CJH Indonesia Dideportasi

Provinsi Papua Selatan meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel.

Sementara Papua Tengah meliputi Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deyiai, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Puncak.

Terakhir Papua Pegunungan Tengan meliputi Kabupate Jayawijaya, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Lannny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Nduga, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yahukimo, dan Kabupaten Yalimo.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler