Suntikkan Vaksin Kosong pada Anak SD, Dokter: Mohon Maaf atas Kekhilafan Saya

Kampartrapost.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang nakes sedang menyuntikkan vaksin kosong kepada anak SD viral di media sosial. Bertindak cepat, pihak kepolisian Sumatera Utara langsung menyelidiki kebenaran dari bukti kelalaian pihak kesehatan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi dalam keterangan tertulis pada Jumat (21/12022).

“Polda Sumut merespon cepat dan mendalami rekaman video yang viral serta memeriksa pihak-pihak terkait,” ujar Hadi, dilansir dari ANTARA.

Dari penyelidikan sendiri saat ini pihak kepolisian tengah memeriksa vaksinator dari nakes terkait yaitu dokter Gita, serta petugas aplus yang berininsial W.

Dua orang dalam tahap pemeriksaan itu merupakan tenaga kesehatan dari Rumah Sakit (RS) Delima Martubang.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pencuriaan Pagar Rumah di Pekanbaru

Dirkrimum Polda Sumut juga memperlihatkan bagaimana dokter Gita memberi suntik vaksin pada anak SD di Aula Polres Pelabuhan Belawan.

Atas perbuatan yang dilakukan, dokter Gita meminta maaf pada pihak-pihak terkait dan mengaku khilaf.

“Kepada masyarakat, IDI Medan dan Polri, saya memohon maaf atas kekhilafan yang saya lakukan,” tutur dokter Gita.

Dokter Gita dan suster yang terlibat dalam kasus tersebut kini ditetapkan sebagai saksi. Pihak kepolisian sendiri saat ini masih melakukan tahap penyidikan lebih dalam.

Lebih lanjut, penjelasan terkait rekaman video viral dokter Gita dibeberkan pada masyarakat. Video tersebut diambil saat berlangsungnya kegiatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang bertempat di SD Wahidin Medan Labuhan pada Senin (17/1/2022).

Baca juga: Guru Sanggar Cabuli Anak Bawah Umur: Modus Ritual Meditasi agar Pandai Menari

Acara itu dilaksakan oleh Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan bersama RS Delima Martubung.

Video direkam langsung oleh orang tua yang anaknya merupakan korban penyuntikan vaksin kosong, yaitu O (11).

Kabid Humas Polda Sumut menyebutkan, orang tua dari korban memperlihatkan video yang ia rekam pada keluarga usai menemani sang anak menjalani vaksinasi, sebelum rekaman tersebut beredar luas dan menjadi viral di media sosial.

 

Berita Direkomendasikan

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Berita Terpopuler