Global Statistics

All countries
646,050,236
Confirmed
Updated on 27 November 2022 8:48 AM
All countries
623,080,376
Recovered
Updated on 27 November 2022 8:48 AM
All countries
6,636,032
Deaths
Updated on 27 November 2022 8:48 AM
Minggu, November 27, 2022

Taliban Kuasai Afghanistan, Gugun: Harus Ada Win Win Solution!

- Advertisement -

Internasional, Kampartrapost.comMemanasnya situasi Afghanistan setelah Taliban berhasil menguasai ibu kota Taliban, Kabul dan mengambil alih istana kepresidenan Afghanistan. Hal ini membuat Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri dari Afghanistan menuju Tajikistan.

“Saya kira larinya presiden Afghanistan pasti ada alasannya. Mungkin saja dia menghindari adanya pertumpahan darah,” kata Gugun Gumilar, Pendiri Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia, ketika dihubungi oleh wartawan Kampartra Post melalui WhatsApp pada Minggu (22/8/2021).

Ia juga mengungkapkan jika untuk ke depannya Presiden Afghanistan yang sekarang melarikan diri harus berdialog dengan pemimpin Taliban. Karena akibat dari pengambilan alih wilayah ini membuat rakyat sengsara dan menjadi korban atas perebutan kekuasaan ini.

- Advertisement -

“Saya kira kedepannya pemimpin Afghanistan dan Taliban akan ada win win solution. Kita lihat saja ke depan nantinya Taliban akan merangkul Presiden Afghanistan yang sekarang,” tutur Gugun.

Baca juga: Lockdown Ketat, Australia Tangkap Ratusan Pengunjuk Rasa
Taliban Kuasai Afghanistan, Gugun: Harus Ada Win Win Solution!
Gugun Gumilar, Pendiri Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia

Gugun mengharapkan jika nantinya antara Taliban dan Afghanistan harus lebih banyak berdialog dan musyawarah lagi. Kemudian kedua pemimpin harus mencari win win solution untuk rakyatnya dan juga negara Afghanistan.

- Advertisement -

Larinya Ashraf Ghani ini juga membuat naiknya wakil Presiden Amirullah Saleh menjadi presiden sementara Afghanistan. Naiknya Amirullah Saleh ini mendapat beragam pendapat dari para ahli. Banyak yang meragukan akan kepemimpinan Amirullah ini.

“Menurut saya wakil presiden Amirullah Saleh tidak mampu melawan Taliban. Karena seluruh komponen Afghanistan sudah berada di tangan Taliban,” kata Gugun.

- Advertisement -

Gugun meragukan kepemimpinan Amirullah karena mengingat gubernur, walikota dan eksekutif legislatif Afghanistan sudah ditangkap dan dikuasai oleh pasukan Taliban. Ia mengatakan walaupun Amirullah sudah naik menjadi presiden, dia tidak akan mampu melawan kekuatan Taliban. Karena hampir seluruh wilayah Afghanistan sudah berada dalam kekuasaan Taliban.

Baca juga: Indonesia Pindahkan Kedubes Afghanistan ke Pakistan, Puluhan WNI Dievakuasi

Taliban yang berhasil menguasai wilayah, membuat warga Afghanistan buru-buru meninggalkan negaranya dan mencari suaka ke negara lain dan berlindung dari serangan Taliban.

“Untuk melindungi warga Afghanistan, saya kira pemerintah harus cepat mencari solusi damai untuk rakyat Afghanistan. Mencari simpati kebebasan beragama, berpikir dan juga berpendapat,” kata Gugun.

Ia juga menambahkan jika pemerintah Taliban harusnya lebih mengontrol emosi agar rakyatnya tidak menjadi korban. Kemudian mereka harus mampu menarik simpati dari PBB, negara barat dan juga negara-negara Islam termasuk Indonesia. Dukungan dari negara-negara tersebut sangat penting untuk menciptakan perdamaian.

“Saya harap Taliban bisa berkontribusi dengan nyata untuk perdamaian rakyat Afghanistan,” tutur Gugun.

Sebagai negara mayoritas penduduknya islam, banyak yang mempertanyakan akankah Indonesia nantinya akan mengakui Taliban.

“Saya pikir jika nantinya dunia mengakui keberadaan Taliban. Indonesia yang notabene sebagai bagian dari PBB haruslah mengikuti perjanjian Internasional. Hal ini berarti Indonesia mau tidak mau harus mengakui Taliban,” kata Gugun.

Dia mengatakan, jika nantinya Taliban mendapat pengakuan secara sah dari internasional. Nantinya Indonesia juga akan mengakui dan mendukung Taliban. Karena dalam konstitusi Indonesia yang tidak memiliki blok barat maupun blok timur atau politik bebas aktif.

Gugun menambahkan, bahwa Indonesia yang menjadi negara muslim terbesar haruslah memanfaatkan situasi semacam ini. Dimana islam, budaya dan kebangsaan yang dapat berdampingan dan menyatu dengan negara pancasila.

“Indonesia adalah contoh negara pluralisme. Menganut sistem demokrasi terbesar di dunia. Dimana Islam dapat berdampingan dengan demokrasi dan pancasila,” kata Gugun.

Baca juga: Siapa Pemimpin Taliban dan Orang-orang di Belakangnya? Ini Sosok Mereka… Artikel ini telah Siapa Pemimpin Taliban dan Orang-orang di Belakangnya? Ini Sosok Mereka…
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait