Global Statistics

All countries
650,126,734
Confirmed
Updated on 5 December 2022 2:31 PM
All countries
608,195,021
Recovered
Updated on 5 December 2022 2:31 PM
All countries
6,646,993
Deaths
Updated on 5 December 2022 2:31 PM
Senin, Desember 5, 2022

Taliban Rebut 2 Kota Lagi, Ini Kata Pengamat Timur Tengah

- Advertisement -

Internasional, Kampartrapost.com – Taliban kembali rebut dua kota di Afghanistan. Dua kota terbaru yang berhasil diduduki Taliban yakni kota Farah dan Pul-e-Khumri di Baghlan.

Perebutan wilayah oleh Taliban ini sangat terkait dengan intervensi Amerika Serikat. Demikian kata seorang pengamat Timur Tengah, Ahmad Sahide, Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ketika diminta pendapatnya mengenai hal ini.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa sekian tahun Amerika menduduki Afghanistan, akan tetapi mereka masih tidak mampu melenyapkan kekuatan Taliban,“ tuturnya kepada wartawan Kampartrapost via WhatsApp, Senin (16/8/2021).

- Advertisement -

Ia mengatakan jika Amerika Serikat tidak pernah mempersiapkan agar Afghanistan untuk berdiri sendiri, ketika mereka mulai menarik pasukannya dari Afghanistan. Penarikan pasukan oleh AS ini justru membuat Taliban kembali bangkit dan merebut hampir seluruh wilayah Afghanistan.

Baca juga: Merangsek Masuk Kabul, Taliban Tunggu Pengalihan Kekuasaan Secara Damai

“Hal ini terjadi karena pemerintah Afghanistan tidak mampu mengonter serangan-serangan Taliban,” Tambahnya.

- Advertisement -

Meskipun Amerika telah beberapa dekade membantu pemerintah Afghanistan. Namun, nyatanya pasukan Taliban mampu mengimbangi serangan tersebut. Hal ini terjadi karena adanya faktor tidak kesiapan pemerintah dalam menjaga wilayah dan kedaulatannya sendiri.

“Afghanistan cenderung memiliki ketergantungan kepada Amerika,” kata Sahide.

- Advertisement -

Sahide mengatakan bahwa kebangkitan Taliban dalam melakukan serangan ini, tak khayal juga ada campur tangan dari pemerintah China. Kemungkinan Taliban dan China sudah melakukan hubungan dan transaksi sebelumnya. Hal ini juga tidak terlepas dari adanya rivalitas antara China dan Amerika Serikat.

Perebutan dua kota Afghanistan ini juga membuat warga Afghanistan berbondong-bondong melarikan diri. Banyak warga yang mengungsi ke negara-negara Eropa. Namun, beberapa negara Eropa justru mendeportase Afghanistan dari negaranya.

Baca juga: Merangsek Masuk Kabul, Taliban Tunggu Pengalihan Kekuasaan Secara Damai

“Negara-negara Eropa mendeportase suaka Afghanistan karena mungkin saja mereka merasa terbebani. Mengingat akhir-akhir ini beberapa negara Eropa mengalami krisis ekonomi dan juga faktor adanya pandemi,“ kata Sahide.

Ia menjelaskan, jika negara Eropa mempertimbangkan beberapa faktor untuk menerima suaka Afghanistan. Seperti bagaimana cara mereka bertahan hidup, konsumsi dan lain sebagainya.

Pak Sahide mengungkapkan jika serangan Taliban ini merupakan kesalahan Afghanistan yang tidak memiliki kesiapan. Ia juga mengatakan jika Amerika bertanggung jawab atas hal ini, karena penarikan pasukkannya yang terlalu terburu-buru.

Ketika ditanya pendapat mengenai saran yang harus dilakukan PBB, ia menjawab jika seharusnya PBB membantu Afghanistan dalam menghadapi perlawanan Taliban. PBB bisa saja mengambil beberapa langkah dengan Afghanistan. Namun, Taliban pasti tidak dapat bekerjasama dengan Amerika maupun PBB.

“Saya kira yang bisa dilakukan secara realistis oleh PBB ialah bagaimana membantu Afghanistan melawan Taliban,“ kata Sahide. “PBB juga bisa melakukan diplomasi atau pendekatan dengan China.“

Diplomasi ini terjadi karena Taliban yang terus mencoba membangun hubungan dengan pemerintah China. Afghanistan lagi-lagi pasti akan kembali menjadi medan perang antara rivalitas China dan Amerika Serikat.

“PBB harus bisa melihat hal-hal seperti itu,“ tukas Ahmad Sahide.

Baca juga: PM Malaysia Muhyiddin Yassin ‘mengundurkan diri’, siapa yang akan menggantikan?
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait