Global Statistics

All countries
648,945,685
Confirmed
Updated on 2 December 2022 11:56 PM
All countries
624,956,877
Recovered
Updated on 2 December 2022 11:56 PM
All countries
6,643,660
Deaths
Updated on 2 December 2022 11:56 PM
Sabtu, Desember 3, 2022

Teknologi Perburuan Ranjau Kelas Dunia Perdana Dikirim ke Royal Navy

- Advertisement -

Inggris, Kampartrapost.com – Sistem teknologi mutakhir yang mampu mendeteksi ranjau di laut dan mengurangi risiko ancaman kehidupan perdana di kirim ke Royal Navy.

Sistem ini bisa di operasikan dari jarak jauh baik dari kapal maupun darat ini mampu mendeteksi ranjau di laut.

Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan bahwa Angkatan Laut menerima prototipe Sistem Perang Ranjau Masa Depan Maritime Mine Counter Measures (MMCM) pertama.

- Advertisement -

Sistem ini menggabungkan kendaraan bawah air dan permukaan tak berawak dan harus memungkinkan pelaut untuk beroperasi di luar lapangan tambang.

Baca juga: AS Menjatuhkan Sanksi pada Iran atas Pelanggaran HAM

Program bersama MMCM ini merupakan kerjasama antara Inggris bersama Prancis. Yang mana Prancis juga telah menerima sistem demonstran serupa.

- Advertisement -

Sistem yang di produksi oleh Thales Inggris ini telah melalui uji coba pengembangan kemampuan yang ketat dengan Angkatan Laut Kerajaan.

Penampakan kapal untuk memerangi ranjau laut. (Foto: Shaun Roster/Thales UK)

Saat ini Royal Navy telah menerima sistem yang terdiri dari kapal permukaan tanpa awak, sonar derek dan pusat operasi portabel.

- Advertisement -

Secara resmi sistem teknologi ini telah di serahkan kepada Royal Navy di Plymouth pada 23 November oleh staf dari DE&S, Thales UK dan OCCAR.

“Saya sangat bangga dengan semua anggota tim yang telah berdedikasi dalam mewujudkan peralatan kelas dunia,” kata Andy Lapsley, pemimpin tim Kemampuan Berburu Tambang di DE&S.

Baca juga: Bergabung dengan AS, Australia Boikot Olimpiade Musim Dingin China 2022

Ia juga mengatakan ke kagumannya pada rekan mereka dari Prancis, OCCAR dan Industri yang secara kolaboratif mewujudkan hal ini.

Ranjau laut merupakan ancaman yang berkembang dan penggunaan sistem akan dapat mendeteksi dan menetralisir ranjau dari jarak bermil-mil.

Selain itu sistem ini juga dapat  memastikan mereka dapat menjaga jalur laut yang vital tetap terbuka, dengan risiko kerusakan kapal dan nyawa pelaut berkurang.

“Kami harus banyak belajar tentang pendekatan transformasional untuk peperangan ranjau ini,” tutur Komodor Steve Perst Royal Navy, Wakil Direktur Akuisisi Angkatan Laut.

Teknologi ini akan berdampingan dengan sistem MMCM lain yang tersedia melalui investasi tambahan sebesar £ 184 juta. Hal ini telah disepakati tahun lalu, dan mendukung sekitar 215 pekerjaan di Inggris.

Baca juga: Covid-19: Mungkinkah muncul varian baru yang berbahaya di Indonesia?
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait