Terjadi Demo Besar-besaran di Kazakhstan, Begini Nasib Mahasiswa Kampar

Kazakhstan, Kampartrapost.com – Telah terjadi demo besar-besaran di Kazakhstan buntut dari naiknya harga BBM oleh pemerintah setempat.

Demo tersebut sudah terjadi dari 4 Januari hingga berita ini diterbitkan.

Menurut salah seorang mahasiswa Kampar di Kazakhstan, demo terjadi karena pemerintah setempat menaikkan harga BBM.

Sehingga banyak para pekerja melakukan aksi demo agar gaji mereka dinaikkan atau menyesuaikan harga LPG.

“Harga LPG naik dari harga 60-70 T per liter ke 120 T per liter.”

“Pekerja-pekerja tersebut demo karena mereka ingin perusahaan untuk either menaikkan gaji atau pemerintah meregulasi harga LPG,” kata Zulfi Annur, mahasiswa Kampar di Kazakhstan, Kamis (6/2/2022).

Tak hanya pekerja, masyarakat juga ikut dalam aksi demo tersebut.

Pasalnya, mereka protes karena harga gas naik.

“Jadi karena harga gas naik membuat masyarakat protes dan membuat aksi demo besar-besaran,” lanjut terang Zulfi.

Sementara itu, Zulfi yang berada di kota Nur Sultan kini terhambat berkomunikasi karena terjadinya pemblokiran akses internet di sana.

Baca juga: Bangga! Pemkab Kampar Mendapat Peringkat Pertama Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik 2021

“Sekarang lagi di ibukota Nur-Sultan, dan kondisinya aman-aman saja.”

“Tapi akses kota di sini ada pembatasan.”

“Internet 2 hari ini lagi diblokir, jadinya agak susah berkomunikasi,” tambahnya.

Ia melanjutkan di kota lainnya terjadi demo yang menewaskan banyak orang.

“Semalam ternyata kota Almaty betul-betul rusuh, dan diperkirakan banyak orang tewas,” jelas Zulfi.

Tak hanya itu, bandara di Almaty juga di bajak (saat wartawan bertanya siapa yang membajak, akses dengan narasumber pun terputus).

“Dapat kabar bandara di Almaty sudah kena bajak.”

Untuk warga Indonesia sendiri dikonfirmasi dalam keadaan aman.

“Kalau informasi dari grup WNI, alhamdulillah warga Indonesia aman-aman saja,” lanjutnya

Sebelumnya, Zulfi menyampaikan internet di negara tersebut kadang terjadi pemblokiran, kadang di buka kembali. (fw)

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler