Timnas Selalu Kalah di Korsel, Akmal Marhali: Prestasi tak bisa diraih dengan instan

Kampartrapost.com – Timnas Indonesia U-19 selalu kalah dalam laga ujicoba di Korea Selatan.

Anak asuh Shin Tae-Yong itu mendapatkan hasil yang kurang bagus dengan lima kekalahan, sekali imbang dan hanya tiga kemenangan.

Namun, Shin Tae-Yong yakin dalam beberapa waktu ke depan tim ini akan menjadi tim kuat.

Vaksin Lansia

Karena saat ini para pemain sedang melewati berbagai proses untuk mendapatkan hasil yang bagus.

BACA JUGA: Datangnya Altetico dan Barcelona Seharusnya Kesempatan untuk Timnas U-19

“Jadi, pastinya awal tahun depan tim ini akan jadi tim yang lebih kuat lagi. Saya mohon fans terus mendukung penuh tim ini,” katanya mengutip okebola, Kamis (14/4).

Pengamat Sepakbola Nasional Akmal Marhali turut mengomentari hasil ujicoba Ronaldo Kwateh dan kawan-kawan itu.

Menurutnya, saat ini Shin Tae-Yong sedang menguatkan pondasi timnas.

“Prestasi tidak bisa diraih dengan instan. Butuh proses panjang, yang utama menguatkan pondasi pembinaannya terlebih dahulu.”

“Pondasi kuat maka bangunan akan kokoh,” kata Akmal kepada Kampartrapost, Rabu (13/4).

“Kalau pondasi dibangunnya instan, termasuk naturalisasi, ya tidak akan mendatangkan prestasi. Karena prestasi tidak bisa instan,” tambah Akmal.

Vaksin Lansia

Kemudian ia menegaskan supaya para pecinta sepakbola Indonesia jangan berharap banyak prestasi kepada timnas jika tak ada pembinaan dan kompetisi yang sehat.

“Kunci untuk berprestasi adalah pembinaan yang hebat dan kompetisi yang sehat, baru akan lahir timnas yang kuat.”

“Kalau dua hal ini belum digarap dengan baik dan benar, ya jangan terlalu berharap akan menghasilkan bibit potensial,” terangnya.

BACA JUGA: Pesepakbola Indonesia Tak Dipadukan Sport Science

Ia mengatakan PSSI sudah seharusnya menegaskan kepada klub-klub profesional sudah harus memiliki akademi.

Ini bertujuan agar tim muda bergandengan dengan seniornya seperti klub-klub di luar negeri.

Vaksin Lansia

“PSSI harus segera menegaskan aspek sporting klub profesional. Mereka harus punya akademi. Jangan mau ada turnamen baru bikin seleksi.”

“Sudah waktunya PSSI memikirkan kompetisi usia muda yang bergandengan dengan seniornya seperti di Inggris, Italia, Spanyol, Jepang dll. Bukan turnamen yang hanya dua bulan.”

“Dengan kompetisi yang panjang maka pemain muda akan matang,” tutupnya.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler