Global Statistics

All countries
650,116,474
Confirmed
Updated on 5 December 2022 1:31 PM
All countries
608,178,090
Recovered
Updated on 5 December 2022 1:31 PM
All countries
6,646,979
Deaths
Updated on 5 December 2022 1:31 PM
Senin, Desember 5, 2022

Tuai Banyak Kritik, Apple Uji Coba Fitur Pendeteksi Konten Pelecehan Anak

- Advertisement -

Internasional, Kampartrapost.comApple mulai menguji fitur baru yang mereka buat yakni deteksi konten pelecehan anak. Fitur baru Apple ini memindai konten pelecehan anak melalui kumpulan foto di iPhone dan iCould. Namun Bos WhatsApp mengkritik jika fitur baru besutan Apple ini langgar privasi.

Keputusan Apple membatasi adanya konten pelecehan anak di iPhone mendapat kritik keras dari, Will Cathcart, Bos WhatsApp,

Cathcart mengungkapkan cara Apple dalam deteksi konten pelecehan anak. Ia menilai fitur ini akan melanggar privasi pengguna di seluruh dunia.

- Advertisement -

“Saya pikir, Apple mengambil langkah yang salah dan melanggar privasi pengguna di seluruh dunia,“ tutur Cathcart.

Baca juga: Lifter Senior Eko Yuli Irawan Ungkap Ingin Wujudkan Sasana Guna Lahirkan Bibit Unggul Cabang Angkat Besi

Cathcart menambahkan, Apple memang sudah lama lakukan pembatasan konten pelecehan anak atau berbau CSAM.

- Advertisement -

Bos WhatsApp itu menyayangkan langkah Apple ini. Ia menyebut langkah tersebut sebagai suatu yang memprihatinkan dan mengerikan.

“itu tidak membuat pengguna melaporkan konten yang dianggap sebagai pelecehan. Namun, pengguna malah geram atas adanya fitur baru ini. Karena Apple membuat software yang dapat memindai seluruh foto di ponselmu, bahkan sebelum foto itu dibagikan, melanggar privasi,” kritik Cathcart.

- Advertisement -

Ia mengatakan, selama menggunakan ponsel dan computer tidak ada yang bisa mengakses bahkan memindai data yang ada di dalamnya. Orang tidak ada yang memindai datanya untuk mencari file yang melanggar hukum.

Baca juga: Boeing Batal Luncurkan Kapsul Starliner ke Luar Angkasa

Cathcar menuduh Apple menggunakan fitur baru ini untuk memindai konten milik pribadi yang ingin mereka kendalikan. Termasuk juga file milik pemerintah. Oleh Karena itu, ia mengecam bebrapa pertanyaan soal cara kerja system terbaru Apple.

“Apakah system ini diapakai di China? Bagaimana cara mengetahui konten yang mereka anggap illegall? Bagaimana cara mengelola permintaan dari pemerintah seluruh dunia? Ini sungguh gila,” tuturnya.

“Bisakah software memindai bukti kejahatan? Apa yang terjadi jika perusahaan mata-mata atau hacker mengeksploitasi software ini?“ tambah Bos WhatsApp.

“Ada banyak masalah dalam fitur baru Apple. Ini akan menimbulkan masalah jika para ahli tidak terlibat dalam masah ini,” kata Cathcart.

Baca juga: VIDEO: NASA Buka Pendaftaran Simulasi Hidup di Mars
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait