Global Statistics

All countries
650,126,812
Confirmed
Updated on 5 December 2022 3:31 PM
All countries
608,195,162
Recovered
Updated on 5 December 2022 3:31 PM
All countries
6,646,993
Deaths
Updated on 5 December 2022 3:31 PM
Senin, Desember 5, 2022

Warga Palestina yang Disekap Israel Dianiaya Sebelum Meninggal

- Advertisement -

Kampartrapost.com – Keluarga seorang pria Palestina yang disekap Israel dan meninggal ditahanan, menuduh jika pria malang itu disiksa terlebih dahulu sebelum menjemput ajalnya.

Abdo Yusuf al-Khatib al-Tamimi (43), meninggal di pusat penahanan Moskabiya uang terkenal di Israel. Tempat ini juga terkenal sebagai Kompleks Rusia yang terletak di Yerusalem Barat pada 23 Juli lalu.

Al-Tamimi adalah seorang ayah dari empat anak yang sudah menikah dari kamp pengungsian Shufat di Yerusalem Timur yang diduduki Palestina dan telah ditangkap keamanan Israel karena telah melanggar peraturan lalu lintas kecil.

Baca juga: Kondisi Terbaru Setelah Ledakan di Jerman, 1 Tewas dan 16 Orang Terluka
- Advertisement -

Istrinya saat ini sedang hamil, Rana, mengatakan jika para tahanan yang mana al-Tamimi tersekap telah memberi tahu bahwa al-Tamimi dapat pukulan dari pasukan Israel sebelum ia menemui kematiannya.

“keluarga kami mendapat telpon dari sel tahanan di tempat yang berdekatan dengan sel Moskabiya. Mereka mengatakan jika telah mendengar al-Tamimi berteriak dan terdengar suara pukulan yang terus menghujam sebelum al-Tamimi kemudian diam tak bersuara.” Katanya pada wartawan Al Jazeera.

- Advertisement -

“Dia masuk ke penjara dengan keadaan sehat tanpa masalah, akan tetapi pada kematiannya kami menemukan kejanggalan pada bentuk fisiknya.” Tambah keluarga Tamimi.

Amal Taha, Ibunda Rana, mengatakan jika menurut narapidana lain di lokasi kejadian telah terjadi konfrontasi antara al-Tamimi dengan penjaga penjara sebelum adanya dugaan adanya penyerangan terhadap menantunya.

Baca juga: Berikut Kriteria untuk Pengunjung Warung Makan di PPKM Level 4
- Advertisement -

“Abdo bersama tiga tahanan lainnya meneriakkan ‘Allahu Akbar!’ karena pada saat itu Idul Adha, para penjaga penjara memberitahu jika itu tidak diperbolehkan,” kata Taha kepada Al Jazeera.

Foto-foto yang dirilis setelah kematian al-Tamimi, menunjukkan luka dalam pada kepalanya yang kemudian dijahit. Selain itu ada luka darah di lututnya dan juga memar yang luas di daerah tubuh.

“meskipun petugas medis akan terus berusaha untuk menghidupkannya kembali, mereka tidak akan pernah berhasil dan dia meninggal di tempat.” Kata IPS dalam sebuah pernyataan. Ia juga menambahkan bahwa mereka akan menyelidiki keadaan lainnya seperti inseden pada umumnya.

Jenazah al-Tamimi dilaporkan dibawa ke Institut Forensik Abu Kabir di Yerusalem Timur yang diduduki untuk diautopsi oleh otoritas Israel dihadapan dokter Palestina. Namun hasil otopsi belum diumumkan ke publik.

Baca juga: Menilik Profil 4 Hakim PT DKI di Kasus Djoko Tjandra-Pinangki
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait