Waspada! Netizen yang Hina Pemerintah bakal Dipenjara

Kampartrapost.com – Pemerintah dan DPR Republik Indonesia (RI) dikabarkan berencana akan melakukan pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pada bulan Juli mendatang.

Adapun perihal yang diatur dalam KUHP tersebut membahas terkait hukum bagi masyarakat yang melakukan sejumlah pelanggaran.

Pelanggaran yang dimaksud salah satunya mengenai hukuman bagi warga yang memberi ujaran kebencian pada pemerintah.

Perbuatan tidak menyenangkan dari warga sipil pada pemerintah seperti DPR dan jaksa diatur dalam KUHP, dengan ganjaran hukum pidana.

Aturan hukuman pada warga yang menghina pemerintah tertulis dalam Pasal 240 yang berbunyi: Setiap orang yang di muka umum melakukan penghinaan terhadap pemerintah yang sah yang berakibat terjadinya kerusuhan dalam masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun atau pidana denda paling banyak kategori lV.

BACA JUGA: Jaga Kelestarian Sejarah, Menko Marves Luhut Naikkan Harga Tiket Masuk Candi Borobudur

Pada Pasal 240, kerusuhan yang dimaksud adalah tindakan kekerasan dari sekelompok orang yang menyebabkan keributan hingga kekacauan.

Dalam pasal selanjutnya, yaitu Pasal 241, ancaman bagi warga yang menghina pemerintah lewat media sosial dan ketahuan hukum, akan dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun.

Pelaku juga dijatuhi pidana denda sebanyak-banyaknya kategori V. Pada pasal sebelumnya, yaitu Pasal 353 ayat 1 juga membahas terkait hukum yang didapat bagi pelaku penghinaan pada pemerintah.

Bagi mereka yang mengujarkan penghinaan pada penguasa seperti DPR, Jaksa, Polisi, hingga Wali Kota, maka akan dipidana kurungan penjara.

Hukum penjara yang dijatuhi selama enam bulan, dengan pidana denda sebanyak-banyaknya kategori ll.

BACA JUGA: Mantan Bupati Inhil Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka

RKUHP sendiri menerangkan bahwa pelanggaran hukum yang diterima tidak boleh berdasarkan delik umum, namun harus delik aduan.

Tak berbeda dari pelaku penghinaan pada pemerintah, pelaku yang menghina penguasa juga akan dijatuhi hukuman pidana penjara.

Yaitu kurungan dalam jeruji besi dengan kurun waktu maksimal 2 tahun atau pidana denda sebanyak-banyaknya kategori lll.

 

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler