Balas Dendam, China Tuduh AS Mempolitisasi Asal-usul Covid-19

China, Kampartrapost.comChina menuduh AS Amerika Serikat mempolitisasi asal-usul virus Corona pada Rabu (25/8/2021). Menjelang perilisan laporan intelejen AS tentang asal-usul virus corona.

Fu Cong, seorang direktur jendral Kementrian Luar Negeri, mengatakan pada sebuah briefing untuk wartawan asing bahwa mengambinghitamkan China tidak dapat menutupi kesalahan AS.

“Jika mereka menuduh China tanpa dasar, mereka lebih baik bersiap untuk menerima serangan balik dari China,” kata Fu Cong.

Ini merupakan bentuk serangan balik dari China. Setelah sebelumnya AS menyalahkan China atas terjadinya pandemi ini karena kegagalannya dalam mengatasi pandemi.

Sementara itu China, AS dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terjerat dalam perseteruan tentang asal-usul penyebaran virus penyebab Covid-19 bisa bocor dari laboratorium di kota Wuhan. Tempat pertama kali virus terdeteksi pada akhir 2019.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Larangan Masuk WNI dan Sejumlah Negara, Ini Syaratnya!

Sebuah laporan bersama WHO dan China pada akhir maret lalu menyimpulkan bahwa kebocoran laboratorium sangatlah tidak mungkin. China kemudian menginginkan penyelidikan beralih ke kemungkinan lain. Diamana skenario paling mungkin ialah virus melompat dari kelelawar ke hewan lain kemudian menginfeksi manusia.

Akan tetapi penemuan tersebut tidak konklusif, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jika semua hipotesis tersebut membutuhkan studi lebih lanjut.

Pada bulan Mei lalu, Presiden Joe Biden memerintahkan peninjauan selama 90 hari oleh badan intelejen dari kedua teori di atas. Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan jika Presiden Biden menerima laporan tersebut dan pengarahan rahasia itu pada hari Selasa. Ia juga mengatakan bahwa ada laporan yang sedang disiapkan secepatnya untuk dirilis ke publik.

China telah menanggapi spekulasi yang terus berlanjut tentang kebocoran dari Institut Virologi Wuhan dengan mengatakan virus itu bisa saja lolos dari Fort Detrick, sebuah laboratorium militer AS di Maryland.

Baca juga: Tobat! Onlyfans Larang Konten Pornografi Mulai Oktober, Kenapa?

Fu Cong, yang mengepalai Departemen Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri, membantah bahwa China terlibat dalam kampanye disinformasi.

Ia mengatakan, jika pihak lain bersikeras mengejar teori kebocoran laboratorium, maka tim peneliti WHO harus mengunjungi Fort Detrick. Dia menggambarkannya sebagai masalah keadilan, karena WHO telah dua kali ke institut Wuhan.

“Jika Dr. Tedros percaya bahwa kita tidak boleh mengesampingkan hipotesis kebocoran laboratorium, dia tahu ke laboratorium AS,” kata Fu.  

China mencatat bahwa institut penyakit menular Fort Detrick telah mempelajari virus corona dan ditutup selama beberapa bulan pada 2019-20 karena pelanggaran keamanan.

Baca juga: ‘Kuburan Para Penguasa’, bagaimana pasukan-pasukan terkuat di dunia berhasil dikalahkan selama 180 tahun terakhir

Berita Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler