Press "Enter" to skip to content

Roblox Hadapi Gugatan dan Desakan Mundur CEO karena Bahayakan Anak

Kampartrapost_Platform gim daring Roblox kembali menjadi sorotan besar setelah menghadapi gugatan serius dari Jaksa Agung Louisiana, Liz Murrill.

Murrill menyatakan, Roblox telah menempatkan jutaan anak pada risiko karena mengabaikan keamanan demi mengejar pertumbuhan pengguna dan keuntungan.

Ia menegaskan, game tersebut penuh konten berbahaya serta predator anak, membuat orang tua di Louisiana harus lebih waspada mengawasi aktivitas digital.

Menurutnya, orang tua wajib memastikan anak-anak tidak berinteraksi dengan konten berbahaya yang dapat masuk langsung ke dalam rumah.

Masalah utama muncul karena Roblox tidak mewajibkan verifikasi usia maupun izin orang tua saat pendaftaran pengguna baru dilakukan.

Akibat celah itu, predator bisa menyamar sebagai anak-anak, mendekati korban, lalu memanfaatkan situasi untuk melakukan pendekatan berbahaya.

Setelah mendaftar, pengguna dapat mengakses jutaan permainan buatan komunitas, termasuk yang mengandung materi seksual eksplisit dan simulasi berbahaya.

Follow Instagram Kampartrapost_

Beberapa permainan kontroversial yang disebutkan antara lain Escape to Epstein Island, Diddy Party, serta Public Bathroom Simulator Vibe.

Murrill menyebut permainan tersebut seringkali memuat konten seksual ekstrem bahkan simulasi pemerkosaan massal anak, sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.

Selain di Amerika, sorotan terhadap Roblox juga terjadi di Indonesia melalui pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Petisi Penggulingan CEO dan Perubahan Kebijakan Roblox

Mu’ti melarang anak SD memainkan Roblox karena mengandung kekerasan dan mendorong anak meniru perilaku tidak pantas dalam kehidupan nyata.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turut menekan Roblox Asia Pasifik agar mematuhi aturan perlindungan anak di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa game tersebut harus membatasi komunikasi antar anak, menyaring konten vulgar, dan menyempurnakan kontrol orang tua.

Masyarakat meluncurkan petisi daring yang menuntut CEO Roblox David Baszucki mundur karena gagal melindungi keselamatan anak.

Lebih dari 231 ribu orang sudah menandatangani petisi di Change.org bertajuk Remove David Baszucki, dan jumlahnya terus bertambah.

Para penandatangan menuduh Roblox menutup mata terhadap predator serta membiarkan eksploitasi anak berkembang tanpa tindakan nyata yang memadai.

Mereka menilai, jika pola kelalaian tersebut berlanjut, lebih banyak anak dapat menjadi korban tanpa perlindungan yang seharusnya diberikan.

Jaksa Agung Louisiana mengumumkan gugatan resmi sehingga game online tersebut memperbarui kebijakan dan menambahkan fitur baru.

Kini game tersebut membatasi akses konten dewasa, mengharuskan kreator menjelaskan detail permainan, serta membatasi gamer di bawah usia 13 tahun.

Selain itu, sistem mendeteksi server dengan pelanggaran tinggi lalu otomatis menutupnya, sebelum tim Roblox bekerja sama dengan pengembang.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *