
Mahasiswa S3 Asal Kampar Nilai Diaspora Daerah Jadi Aset Berharga untuk Pembangunan
Kampartra Post– Putra daerah Kampar yang tengah menempuh pendidikan doktor (S3) di Institute of Ethnic Studies (KITA), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Fadhlil Wafi, menilai diaspora Kampar yang tersebar di berbagai negara memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan daerah.
Menurutnya, sumber daya manusia Kampar yang menempuh pendidikan maupun berkarier di luar negeri merupakan aset yang perlu dirangkul dan diberdayakan.
Wafi saat ini mendalami penelitian mengenai diaspora dalam kajian komunikasi internasional.
Sebelum melanjutkan studi doktoral di Malaysia, ia menyelesaikan pendidikan sarjana di UIN Imam Bonjol Padang dan magister di Universitas Andalas.
Ia mengaku sejak awal bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri. Kesempatan itu datang setelah ia mencari supervisor yang sesuai dengan bidang kajiannya, yakni framing media.
Ia kemudian mengirimkan proposal penelitian kepada seorang akademisi di Universiti Kebangsaan Malaysia.
Tak hanya itu, ia langsung memperoleh balasan positif pada hari yang sama.
Follow Instagram Kampartra Post
“Topik proposal yang saya ajukan saat itu masih sangat baru dan sejalan dengan bidang penelitian supervisor saya, sehingga beliau langsung menerima saya,” ujarnya.
Dalam disertasinya, Wafi mengkaji bagaimana China memanfaatkan diaspora sebagai salah satu instrumen soft power untuk mendukung kepentingan politik dan membangun pengaruh di tingkat global.
Ketertarikannya terhadap isu tersebut berangkat dari minatnya pada komunikasi internasional, khususnya kajian mengenai soft power, framing media, dan propaganda.
Menurut Wafi, konsep tersebut juga dapat diterapkan di Kampar.
Ia melihat banyak putra-putri Kampar yang kini menempuh pendidikan dan bekerja di berbagai negara, seperti Turki, Kazakhstan, Amerika Serikat, Jerman, hingga Malaysia. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
“Sebenarnya mereka merupakan aset yang sangat berharga bagi Kampar untuk membangun daerah ini. Sayangnya, belum banyak yang berkontribusi karena mereka merasa kurang mendapatkan ruang dan apresiasi,” katanya.
Wafi juga menilai diaspora dapat berperan sebagai “diplomat” daerah dengan memperkenalkan Kampar kepada masyarakat internasional.
Diaspora Kampar Berpotensi Jadi Kekuatan Daerah
Menurutnya, langkah sederhana seperti mempromosikan potensi daerah, membuka jejaring internasional, hingga mengajak wisatawan asing berkunjung ke Kampar dapat menjadi bentuk kontribusi nyata.
Ia mencontohkan bagaimana China berhasil memanfaatkan diaspora untuk memperkuat citra negaranya di dunia.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah mulai membangun hubungan yang lebih erat dengan diaspora Kampar.
Hal ini berguna agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pembangunan.
Tak hanya itu, Wafi juga mengajak generasi muda Kampar yang sedang menempuh pendidikan atau berkarier di luar daerah maupun luar negeri agar tetap memberikan kontribusi bagi kampung halaman.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menyia-nyiakan potensi besar masyarakat Kampar.
“Saya ingin memberi pesan kepada pemerintah Kampar, jangan sia-siakan aset berharga Kampar saat ini,” tutupnya.