
Tak Banyak yang Tahu, Ini Dia Tradisi Ramadhan Kampar yang Selalu Bikin Perantau Pulang
Kampartra Post- Masyarakat Kabupaten Kampar menyambut bulan suci Ramadhan dengan berbagai tradisi khas yang tidak hanya mengandung nilai budaya, tetapi juga makna spiritual.
Beberapa kegiatan ini juga hadir melalui rangkaian adat yang terus menghidupkan nilai spiritual dan kekeluargaan.
Tradisi ini terus hidup di tengah modernisasi dan bahkan mendorong para perantau untuk pulang kampung demi merasakan kebersamaan bersama keluarga.
Tokoh masyarakat Kampar, Datuk Marwan, menjelaskan bahwa Balimau Kasai menjadi tradisi utama yaitu mandi dengan menggunakan air limau di tepian Sungai Kampar.
Masyarakat menjalankan tradisi ini sebagai simbol pembersihan diri secara lahir dan batin sebelum menjalani ibadah puasa.
Selanjutnya, warga melaksanakan tradisi Makan Bajambau dengan duduk bersama di atas tikar sambil menikmati hidangan yang disusun dalam jambau.
Tradisi ini mempererat hubungan sosial antarwarga menjelang Ramadhan.
Masyarakat Kampar juga menjalankan Rayo Zora dengan berziarah ke makam keluarga untuk mendoakan sanak saudara yang telah meninggal dunia sebelum memasuki bulan puasa.
Selain itu, masyarakat menggelar Togak Tonggol sebagai simbol kehormatan suku dan penanda persatuan dalam adat Melayu.
Follow Instagram Kampartra Post untuk Berita Menarik Lainnya
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menyebut masyarakat juga menampilkan Silat dan Tepung Tawar dalam berbagai kegiatan adat.
Hal ini guna sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang menjadi warisan secara turun-temurun.
Tradisi ini memperkuat nilai kebersamaan dalam menyambut Ramadhan.