Kampartrapost – Tumpukan tugas kuliah dan tekanan akademik kerap menjadi sumber stres bagi mahasiswa, hingga berdampak pada berkurangnya waktu ibadah. Fenomena tersebut mendorong Muhammad Firzy Islami Fathi, mahasiswa asal Kampar yang menempuh pendidikan di Telkom University Surabaya, untuk meluncurkan sebuah platform web bernama ILM.NAFA.
Firzy mengungkapkan bahwa gagasan pengembangan ILM.NAFA berangkat dari kegelisahannya melihat kondisi mahasiswa di sekitarnya.
Follow Instagram Kampartra Post
Ia menilai banyak mahasiswa, khususnya di lingkungan perkotaan, terlalu berfokus pada capaian akademik sehingga aspek ibadah dan ketenangan batin kerap terabaikan.
“Salah satu alasan saya membuat website ini karena melihat mahasiswa saat ini cenderung sangat berat ke akademik, sementara ibadah justru sering terpinggirkan,” ujar Firzy.
Menurutnya, konsep keberhasilan dalam Islam tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik, melainkan dari keseimbangan antara ilmu, adab, iman, dan amal.
Baca Juga: Firzy Luncurkan Podcast “Suara-Suara AI”; Literasi Sejarah Kampar Lewat Obrolan Manusia dan Robot
Prinsip inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan ILM.NAFA.
“Rasulullah ﷺ membawa ajaran yang menyeimbangkan antara ilmu dan iman. Dari situ saya berpikir, mengapa tidak digabungkan saja, agar tetap produktif tetapi hati tetap tenang,” tambahnya.
Integrasi Akademik dan Spiritualitas
Berbeda dari platform belajar pada umumnya, ILM.NAFA tidak hanya berfungsi sebagai alat manajemen tugas.
Platform ini juga mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam aktivitas belajar.
Salah satu fitur unggulannya adalah Fokus Rabbani, yang memadukan teknik fokus belajar dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih tenang dan reflektif.
Selain itu, ILM.NAFA juga terdapat sejumlah fitur pendukung yang dirancang sesuai kebutuhan mahasiswa, di antaranya Amanah Tracker untuk pengelolaan tugas.
Selanjutnya juga ada Terapi Nafas Dzikir sebagai sarana relaksasi saat mengalami kelelahan mental, Mutabaah Yaumiyah untuk evaluasi ibadah harian, serta Obat Galau yang berisi pesan-pesan motivasi bagi mahasiswa.
Gratis dan Berorientasi Sosial
Firzy menegaskan bahwa seluruh layanan di ILM.NAFA tersedia secara gratis.
Platform ini dikembangkan tanpa tujuan komersial dan diniatkan sebagai media yang bermanfaat bagi mahasiswa.
“Website ini saya buat gratis. Ini adalah hasil dari proses belajar dan pengembangan keterampilan desain serta web yang saya jalani. Saya berharap ini bisa menjadi wasilah kebaikan dan amal jariyah ke depannya,” ujarnya.
Baca Juga: Tren “Kesenjangan Sosial” di Media Sosial
Ia juga menyadari bahwa ILM.NAFA masih memerlukan pengembangan lebih lanjut.
Oleh karena itu, Firzy membuka ruang bagi pengguna untuk memberikan masukan dan saran melalui kanal komunikasi yang tersedia di dalam platform.
Melalui ILM.NAFA, Firzy berharap mahasiswa dapat tetap ambisius dan berprestasi di kampus tanpa kehilangan orientasi spiritual.
Menurutnya, ilmu yang berkah adalah ilmu yang tidak hanya meningkatkan kapasitas intelektual, tetapi juga mendekatkan seseorang kepada nilai-nilai keimanan.





