
Liputan Media tentang MBG Kerap Berujung Swasensor
Kampartra Post- Pemberitaan mengenai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) semakin sering memicu praktik swasensor di kalangan jurnalis.
Indeks Nasional Keselamatan Jurnalis 2025 mencatat bahwa isu MBG menjadi salah satu topik yang paling banyak membuat media membatasi isi liputan sebelum dipublikasikan ke publik.
Sebanyak 80 persen responden dalam riset tersebut mengaku pernah melakukan swasensor dalam proses kerja jurnalistik.
Isu MBG bahkan memicu praktik tersebut hingga 58 persen, kemudian juga Program Strategis Nasional (PSN) sebesar 52 persen.
Data ini menunjukkan jurnalis mulai menahan atau menyesuaikan laporan saat meliput kebijakan pemerintah yang mereka nilai sensitif.
Dosen Universitas Multimedia Nusantara, Ignatius Haryanto, menilai praktik swasensor berbahaya bagi keberlangsungan demokrasi.
Ia menyebut pers dapat kehilangan daya kritis ketika media memilih menyensor informasi yang seharusnya menjadi bagian dari pengawasan terhadap pemerintah.
Follow Instagram Kampartra Post untuk Berita Menarik Lainnya
Manajer Policy and Society Research Populix, Nazmi Tamara, menemukan tren swasensor terus meningkat sepanjang 2025.
Ia menyatakan media kerap menghindari konflik atau kontroversi saat melaporkan isu strategis.
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen, Nany Afrida, juga menerima laporan bahwa redaksi tidak memuat sejumlah tulisan terkait PSN dan MBG.
Hal ini juga yang menandakan tekanan terhadap kebebasan pers kini muncul dari dalam industri media itu sendiri.
Baca juga: Viral Isu Rp15 Ribu BGN Tegaskan Anggaran MBG RamadhanTak Sampai Segitu