Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!

Mata Kampar untuk Dunia

Mata Kampar untuk Dunia

  • Kampar
  • Daerah
  • Internasional
  • Diaspora Kampar
  • Nasional
    • Pendidikan
    • Entertainment
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Olahraga
    • Bola
  • Opini
  • Politik
  • Riau
  • Sumbar
  • Kampar
  • Daerah
  • Internasional
  • Diaspora Kampar
  • Nasional
    • Pendidikan
    • Entertainment
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Olahraga
    • Bola
  • Opini
  • Politik
  • Riau
  • Sumbar
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe

Mata Kampar untuk Dunia

Mata Kampar untuk Dunia

  • Kampar
  • Daerah
  • Internasional
  • Diaspora Kampar
  • Nasional
    • Pendidikan
    • Entertainment
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Olahraga
    • Bola
  • Opini
  • Politik
  • Riau
  • Sumbar
  • Kampar
  • Daerah
  • Internasional
  • Diaspora Kampar
  • Nasional
    • Pendidikan
    • Entertainment
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Olahraga
    • Bola
  • Opini
  • Politik
  • Riau
  • Sumbar
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Opini/Kisah Disiplin Tan Malaka: Dari Sungai hingga Kandang Ayam
Kisah Disiplin Tan Malaka: Dari Sungai hingga Kandang Ayam
OpiniPendidikan

Kisah Disiplin Tan Malaka: Dari Sungai hingga Kandang Ayam

By Rian Hadi Putra
30/03/2026 2 Min Read
0

Kamapartrapost- Dalam buku Dari Penjara ke Penjara, Tan Malaka menceritakan beberapa kisah menarik dari masa kecilnya yang menggambarkan kerasnya pendidikan pada masa itu.

Salah satu kisah terjadi di Batang Sungai Ombilin, kawasan Danau Singkarak, Kabupaten Solok. Saat itu, Tan Malaka kecil ikut mandi bersama teman-temannya di sungai.

Namun, karena arus deras, ia terbawa hanyut dan nyaris tenggelam. Beruntung, temannya berhasil menyelamatkannya.

Tan bahkan sempat pingsan hingga dibawa pulang ke rumah dalam keadaan lemas.

Sesampainya di rumah, orang tuanya, terutama ibunya, sudah menunggu dengan rotan untuk menghukum Tan karena nakal.

Tidak hanya itu, ibunya juga meminta guru Tan yang dengan panggilan “Guru Gadang” untuk ikut memberikan hukuman, yakni dengan cara pilin pusar, agar Tan jera dan tidak mengulangi perbuatannya.

Selain itu, Tan Malaka juga pernah mengalami hukuman lain yang cukup unik dan keras. Gurunya pernah memasukkan Tan Malaka ke dalam kandang ayam karena bermain “perang jeruk”.

Permainan yang awalnya sekadar lempar-lemparan jeruk itu kemudian berubah menjadi keributan yang lebih serius hingga berakhir menjadi “perang batu”.

Karena dianggap membahayakan dan mencerminkan kenakalan yang berlebihan, Guru Gadang memberikan hukuman tegas dengan mengurung Tan sebagai bentuk pelajaran.

Orang Tua dan Guru

Dari kisah-kisah tersebut, kita dapat melihat betapa eratnya hubungan antara orang tua dan guru dalam mendidik anak pada masa itu.

Seorang guru bukan hanya berperan sebagai pengajar di sekolah, tetapi juga sebagai orang tua kedua yang turut bertanggung jawab dalam membentuk karakter, disiplin, dan perilaku muridnya.

Guru memiliki wibawa yang besar dan masyarakat menaruh kepercayaan penuh bahwa tindakan guru dilakukan demi kebaikan anak didiknya.

Namun, jika kita hubungkan dengan keadaan sekarang, situasinya sangat berbeda.

Pada masa kini, banyak kasus menunjukkan bahwa guru justru bisa mendapat masalah ketika memberikan hukuman kepada murid, meskipun tujuannya untuk mendidik.

Tidak sedikit orang tua memprotes, melaporkan, bahkan harus menghadapi proses hukum. Akibatnya, banyak guru menjadi lebih berhati-hati, bahkan takut untuk menegur atau mendisiplinkan siswa secara tegas.

Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran pola pikir dalam dunia pendidikan.

Hal ini tentu penting agar tidak terjadi kekerasan dalam pendidikan, tetapi di sisi lain juga menimbulkan tantangan baru, yaitu berkurangnya kewibawaan guru dalam membentuk sikap disiplin siswa.

Pada akhirnya, pendidikan ideal seharusnya tetap menempatkan guru sebagai sosok yang berwibawa, namun dengan cara mendidik yang lebih manusiawi dan bijak.

Orang tua dan guru perlu mempererat hubungan demi kebaikan anak-anaknya agar membentuk generasi yang berkarakter.

Follow Instagram Kampartrapost

Tags:

Dari Penjara ke PenjaraIndonesiaTan Malaka
Author

Rian Hadi Putra

Follow Me
Other Articles
Halal Bihalal Jadi Ruang Aspirasi, Muhar Riza Optimis Bangun Simpang Kanan
Previous

Halal Bihalal Jadi Ruang Aspirasi, Muhar Riza Optimis Bangun Simpang Kanan

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
    • X
    • Instagram
    • Facebook
    • YouTube
    Work Experience

    Velora Labs

    Frontend Developer

    2021-present

    Luxora Digital

    Web Developer

    2019-2021

    Averion Studio

    Support Specialist

    2017-2019

    Available for Hire
    Get In Touch

    Recent Posts

    • Kisah Disiplin Tan Malaka: Dari Sungai hingga Kandang Ayam
      Kisah Disiplin Tan Malaka: Dari Sungai hingga Kandang Ayam
      oleh Rian Hadi Putra
      30/03/2026
    • PLN Dukung Penuh Upaya Pemerintah Dalam Mengatasi Perubahan Iklim
      PLN Dukung Penuh Upaya Pemerintah Dalam Mengatasi Perubahan Iklim
      oleh Fadhlil Wafi
      17/09/2024
    • BPJN Berikan Solusi Lalin Sumbar-Riau
      BPJN Berikan Solusi Lalin Sumbar-Riau
      oleh M. Afif Wafri
      17/09/2024
    • Mesin Pompa dan Saluran Baru Surutkan Banjir di Lapangan Tembak PON XXI Aceh-Sumut.
      Mesin Pompa dan Saluran Baru Surutkan Banjir di Lapangan Tembak PON XXI Aceh-Sumut 2024
      oleh Yuwanda Efriantii
      17/09/2024

    Search...

    Technologies

    Figma

    Collaborate and design interfaces in real-time.

    Notion

    Organize, track, and collaborate on projects easily.

    DaVinci Resolve 20

    Professional video and graphic editing tool.

    Illustrator

    Create precise vector graphics and illustrations.

    Photoshop

    Professional image and graphic editing tool.

    Mata Kampar untuk Dunia

    • X
    • Instagram
    • LinkedIn

    Latest Posts

    • Yonbekpal 1 Sajikan Makanan Gratis dalam Rangka Expo HUT ke-79
      Kampartra Post- Batalyon Perbekalan dan Peralatan 1 Marinir (Yonbekpal 1 Mar)… Baca Selengkapnya: Yonbekpal 1 Sajikan Makanan Gratis dalam Rangka Expo HUT ke-79
    • Wolfsburg Pecahkan Kebuntuan, Singkirkan Dortmund di DFB Pokal dengan Drama Menegangkan!
      Kampartrapost_Wolfsburg berhasil mengalahkan Borussia Dortmund dalam laga DFB Pokal di… Baca Selengkapnya: Wolfsburg Pecahkan Kebuntuan, Singkirkan Dortmund di DFB Pokal dengan Drama Menegangkan!
    • WNI Ditahan Polisi Jepang Karena Lakukan Pelecehan Seksual
      Kampartrapost – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) ditahan pihak kepolisian Jepang… Baca Selengkapnya: WNI Ditahan Polisi Jepang Karena Lakukan Pelecehan Seksual
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Info Iklan
    • Pedoman Media Siber
    • Stories
    • Kontak

    Kontak

    WhatsApp

    +62 881-0244-26575 (Ayuu)

    Email

    marketing@kampartrapost.com

    Lokasi

    Bangkinang Kota, Riau, Indonesia

    Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme