Global Statistics

All countries
649,677,375
Confirmed
Updated on 4 December 2022 5:14 AM
All countries
624,774,892
Recovered
Updated on 4 December 2022 5:14 AM
All countries
6,645,774
Deaths
Updated on 4 December 2022 5:14 AM
Minggu, Desember 4, 2022

Duta Besar Kanada Kecewa, China Ngotot Vonis 11 Tahun Penjara Warga Kanada atas Spionase

- Advertisement -

Beijing, Kampartrapost.comDuta Besar Kanada mengatakan kecewa akan keputusan pengadilan China yang menghukum warganya 11 tahun penjara atas kasus Spionase pada Rabu. Kasus pengintauan Spionase ini terjadi di Ottawa dan Washington sebagai bagian diplomatik pertengkaran antara AS dan Beijing.

Pengusaha Kanada, Michael Spavor bersama dengan warga Kanada lainnya, Michael Kovrig, mengalami penahanan sewenang-wenang oleh China. Insiden penahan ini membuat  Kanada terus menyerukan pembebasan Spavor dan Kovrig.

Duta Besar Kanada, Dominic Barton yang berada di China mengaku sangat kecewa atas putusan China. Ketika wartawan menghubungi Barton melalui panggilan video dari kota timur laut Dandong, Spavor sangat kecewa dan menyayangkan keputusan vonis China yangg terbilang ngotot.

Baca juga: AS Gandeng Influencer Guna Tingkatkan Vaksinasi
- Advertisement -

Barton kemudian menafsirkan jika vonis 11 tahun penjara yang China berikan untuk Spavor sangat tidak masuk akal. Ia juga menafsirkan jika hukuman itu terjadi maka Spavor akan kembali ke Kanada setelah menjalani 11 tahun penjara.

Hukuman Spavor ini hadir saat pengacaranya di Kanada yang mewakili kepala keuangan raksasa telekomunikasi Huawei. Mereka mendorong batas akhir mereka menyakinkan dan pengadilan di sana agar tidak mengekstrakdisi dia ke Amerika Serikat.

- Advertisement -

Barton mengatakan jika proses terhadap warga Kanada yang terkena dampak baru bukanlah suatu kebetulan.

Pengadilan menengah Dandong juga mengatakan jika 50.000 aset pribadi Spavor akan segera disita. Mereka akan segera mendeportasi Spavor meskipun tidak jelas kapan hal tersebut akan terjadi.

Baca juga: Covid-19 Merajalela, Bangladesh Cepat Vaksinasi Pengungsi Rohingya
- Advertisement -

Pengacara yang berbasis di Beijing, Mo Shaoping mengatakan kepada Reuters jika deportasi pada umumnya dilakukan setelah orang tersebut selesai menjalankan hukuman yang telah mereka dapatkan. Akan teteapi hal ini bisa juga terjadi lebih awal untuk kasus-kasus khusus.

China telah menahan SPavor pada Desember 2018, beberapa hari setelah Kanada menangkap eksekutif Huawei Meng Wanzhou di Bandara Internasional Vancouver dengan surat perintah dari Amerika Serikat.

Sidang ekstrradisinya saat ini di Kanada dalam beberapa hari terakhir menjelang putisan dari Hakim. Mereka akan menerapkan hal inidengan harapan dalam beberapa bulan kedepan. Sebelum menteri kehakiman Kanada membuat putusan akhir tentang apakah akan mengesktradisi dia atau tidak.

Baca juga: Pelecehan seksual: Gubernur New York mengundurkan diri setelah terjerat kasus, digantikan perempuan
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait