Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!

Mata Kampar untuk Dunia

Mata Kampar untuk Dunia

  • Kampar
  • Daerah
  • Internasional
  • Diaspora Kampar
  • Nasional
    • Pendidikan
    • Entertainment
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Olahraga
    • Bola
  • Opini
  • Politik
  • Riau
  • Sumbar
  • Kampar
  • Daerah
  • Internasional
  • Diaspora Kampar
  • Nasional
    • Pendidikan
    • Entertainment
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Olahraga
    • Bola
  • Opini
  • Politik
  • Riau
  • Sumbar
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe

Mata Kampar untuk Dunia

Mata Kampar untuk Dunia

  • Kampar
  • Daerah
  • Internasional
  • Diaspora Kampar
  • Nasional
    • Pendidikan
    • Entertainment
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Olahraga
    • Bola
  • Opini
  • Politik
  • Riau
  • Sumbar
  • Kampar
  • Daerah
  • Internasional
  • Diaspora Kampar
  • Nasional
    • Pendidikan
    • Entertainment
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Olahraga
    • Bola
  • Opini
  • Politik
  • Riau
  • Sumbar
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Nasional/Indonesia Belum Merdeka 100%?
Indonesia Belum Merdeka 100%?
NasionalOpiniPolitikSejarah

Indonesia Belum Merdeka 100%?

By Rian Hadi Putra
23/02/2026 2 Min Read
0

Kampartrapost-Tepat pada 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Secara hukum internasional, Indonesia telah diakui sebagai negara berdaulat.

Namun, benarkah kemerdekaan itu sudah 100%? Tan Malaka dalam bukunya Gerpolek mengajukan pertanyaan ini bukan sekadar retorika, tetapi sebuah refleksi kritis.

Tan Malaka menegaskan bahwa kemerdekaan sejati tidak cukup hanya dengan pengakuan politik. Baginya, kemerdekaan harus menyentuh akar ekonomi dan kedaulatan rakyat

Bangsa asing masih menguasai sumber daya alam dan kebijakan pemerintah jauh dari kepentingan rakyat, maka kemerdekaan itu belum utuh.

Dari Bambu Runcing ke Meja Perundingan

Dua tahun setelah proklamasi, Belanda kembali dengan strategi berbeda. Jika sebelumnya penjajahan dilawan dengan bambu runcing dan darah perjuangan, maka pasca-1945 Belanda menggunakan diplomasi sebagai alat politik.

Perjanjian seperti Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville mempersempit wilayah Republik dan memberi ruang manuver bagi Belanda.

Bagi Tan Malaka, perubahan dari semangat revolusi total menuju kompromi diplomatik adalah kemunduran.

Ia berpandangan bahwa tidak pantas bernegosiasi dengan penjajah sebagai mitra setara di tanah yang telah memproklamasikan kemerdekaan.

Namun, sejarah mencatat diplomasi juga menjadi jalan menuju pengakuan kedaulatan pada 1949.

Di sinilah paradoks kemerdekaan Indonesia: antara idealisme revolusi dan realitas politik global.

Kemerdekaan Politik vs Kemerdekaan Ekonomi

Dalam Gerpolek, Tan Malaka menulis bahwa rakyat tidak akan memperoleh jaminan hidup hanya dengan hak politik semata apabila kapital asing masih merajalela. Kritik ini tetap relevan hari ini.

Indonesia memang merdeka secara politik: pemilu berjalan, kebebasan berpendapat dijamin, dan pergantian kekuasaan berlangsung konstitusional. Namun, dalam praktiknya, banyak kebijakan strategis masih sangat dipengaruhi oleh arus modal global, utang luar negeri, dan investasi asing.

Apakah ini bentuk penjajahan baru? Tidak sesederhana itu. Dalam era globalisasi, hampir semua negara terlibat dalam jaringan ekonomi internasional. Masalahnya bukan pada kerja samanya, melainkan pada posisi tawar. Apakah Indonesia berdiri sejajar atau sekadar menjadi pasar dan penyedia bahan mentah?

Oligarki dan Rakyat Murba

Masalah lain adalah ketimpangan kekuasaan di dalam negeri. Demokrasi prosedural belum tentu menjamin demokrasi substantif.

Ketika elit dan oligarki menguasai politik, suara rakyat kalah oleh kepentingan modal.

Jika rakyat hanya menjadi objek kampanye lima tahunan tanpa keterlibatan nyata dalam perumusan kebijakan, maka kemerdekaan politik pun menjadi formalitas.

Kemerdekaan adalah proses, bukan titik akhir.

Tags:

GerpolekIndonesiamerdekaRevolusiTan Malaka
Author

Rian Hadi Putra

Follow Me
Other Articles
Al Fauzi Tour Siapkan Paket Umrah Sesuai Budget
Previous

Al Fauzi Tour Siapkan Paket Umrah Sesuai Budget

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
    • X
    • Instagram
    • Facebook
    • YouTube
    Work Experience

    Velora Labs

    Frontend Developer

    2021-present

    Luxora Digital

    Web Developer

    2019-2021

    Averion Studio

    Support Specialist

    2017-2019

    Available for Hire
    Get In Touch

    Recent Posts

    • Indonesia Belum Merdeka 100%?
      Indonesia Belum Merdeka 100%?
      oleh Rian Hadi Putra
      23/02/2026
    • PLN Dukung Penuh Upaya Pemerintah Dalam Mengatasi Perubahan Iklim
      PLN Dukung Penuh Upaya Pemerintah Dalam Mengatasi Perubahan Iklim
      oleh Fadhlil Wafi
      17/09/2024
    • BPJN Berikan Solusi Lalin Sumbar-Riau
      BPJN Berikan Solusi Lalin Sumbar-Riau
      oleh M. Afif Wafri
      17/09/2024
    • Mesin Pompa dan Saluran Baru Surutkan Banjir di Lapangan Tembak PON XXI Aceh-Sumut.
      Mesin Pompa dan Saluran Baru Surutkan Banjir di Lapangan Tembak PON XXI Aceh-Sumut 2024
      oleh Yuwanda Efriantii
      17/09/2024

    Search...

    Technologies

    Figma

    Collaborate and design interfaces in real-time.

    Notion

    Organize, track, and collaborate on projects easily.

    DaVinci Resolve 20

    Professional video and graphic editing tool.

    Illustrator

    Create precise vector graphics and illustrations.

    Photoshop

    Professional image and graphic editing tool.

    Mata Kampar untuk Dunia

    • X
    • Instagram
    • LinkedIn

    Latest Posts

    • Yonbekpal 1 Sajikan Makanan Gratis dalam Rangka Expo HUT ke-79
      Kampartra Post- Batalyon Perbekalan dan Peralatan 1 Marinir (Yonbekpal 1 Mar)… Baca Selengkapnya: Yonbekpal 1 Sajikan Makanan Gratis dalam Rangka Expo HUT ke-79
    • Wolfsburg Pecahkan Kebuntuan, Singkirkan Dortmund di DFB Pokal dengan Drama Menegangkan!
      Kampartrapost_Wolfsburg berhasil mengalahkan Borussia Dortmund dalam laga DFB Pokal di… Baca Selengkapnya: Wolfsburg Pecahkan Kebuntuan, Singkirkan Dortmund di DFB Pokal dengan Drama Menegangkan!
    • WNI Ditahan Polisi Jepang Karena Lakukan Pelecehan Seksual
      Kampartrapost – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) ditahan pihak kepolisian Jepang… Baca Selengkapnya: WNI Ditahan Polisi Jepang Karena Lakukan Pelecehan Seksual
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Info Iklan
    • Pedoman Media Siber
    • Stories
    • Kontak

    Kontak

    WhatsApp

    +62 881-0244-26575 (Ayuu)

    Email

    marketing@kampartrapost.com

    Lokasi

    Bangkinang Kota, Riau, Indonesia

    Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme